Kantor Virtual

Kantor Virtual: Upaya Pebisnis Beradaptasi Terhadap Pembaruan

Kemajuan di bidang ilmu dan teknologi adalah bahan bakar utama terjadinya pembaruan. Untuk hal ini kita menyebutnya modernisasi. Kenapa? karena berbagai fasilitas dan peralatan yang menjunjang kehidupan manusia adalah barang – barang modern yang kecanggihannya tak pernah berhenti untuk dikembangkan. Karena pembaruan begitu deras datangnya hampir mustahil bagi kita untuk tidak terbawa dalam arusnya. Lagi pula pembaruan adalah langkah menuju sesuatu yang lebih baik. Hal tersebut lantas membuat manusia untuk beradaptasi terhadapnya walaupun masih dibarengi dengan penerapan cara – cara lama. Contohnya dalam sektor bisinis dimana belakangan ini telah banyak kita temui perusahaan – perusahan yang tak hanya membuka kantor dalam wujud fisik (gedung) namun juga membangun kantor virtual di dunia maya.

Kantor Virtual

Para pebisnis melakuakan hal tersebut karena menyadari bahwa perkembangan teknologi komputer dan internet telah menghadirkan ruang yang sangat strategis untuk mendapat konsumen dari target pasar yang dicari. Pada dasarnya internet memang punya kemampuan yang laur biasa untuk menjangkau seluruh manusia yang ada di muka bumi. Oleh karena itu tak heran jika kalangan pengusaha mengupayakan pengadaan kantor virtual entah itu dengan memanfaatkan divisi khusus di badan bisnisnya atau dengan menggunakan jasa serviced office.

Jumlah dari pemilik jasa layanan tersebut saat ini juga sudah kian menjamur. Lihat saja di Jakarta entah ada berapa banyak yang menawarkan jasa itu. Keberadaannya pun menyebar dan seperti yang kami katakan tadi keberadaan penyedia jasa itu layaknya jamur yang tumbuh di berbagai daerah di Ibukota. Katakanlah serviced office TB Simatupang sebagai contohnya. Disana kita akan menemukan layanan pembentukan kantor virtual yang mencakup semua kebutuhan ruang kerja di dunia maya.

Kelebihan selain jangkauan yang luar biasa dalam mencari calon konsumen untuk para pengusaha adalah mereka dan para karyawannya untuk bekerja tidak lagi terpaku pada satu tempat. Semua pekerja termasuk pemiliknya tetap bisa berada di ‘kantor’ walaupun sebenarnya mereka ada di tempat lain. Maksudnya mereka dalam berkerja tidak harus datang secara fisik ke gedung kantor karena mereka tetap dapat bekerja secara virtual asalkan terkoneksi dengan internet.

No Comments

Leave a Comment