Ini 7 Kawasan Dilarang Merokok Yang Tercantum Dalam Perda Yogyakarta

Ini 7 Kawasan Dilarang Merokok Yang Tercantum Dalam Perda Yogyakarta

Tahukah anda bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak awal tahun 2017 ini telah mengesahkan Perda tentang kawasan dilarang merokok termasuk larangan jual – beli rokok di dalamnya. Jika ada yang melanggar aturan ini maka akan dikenai sanksi berupa hukuman kurungan selama 1 bulan dan denda sebesar RP 7.5 juta.

Jika anda adalah seorang perokok  dan sedang berada di kota pelajar ini maka jangan sembarangan untuk menyulut rokok. Adapun kawasan larangan merokok yang dimaksud ada sebanyak 7 tempat, yaitu:

  • layanan kesehatan
  • tempat belajar mengajar
  • tempat ibadah
  • angkutan umum
  • tempat kerja
  • tempat bermain anak
  • tempat lainnya sesuai ketentuan yang ada

Namun dengan adanya larangan ini bukan berarti pihak pemerintah tidak memikirkan nasib dari para perokok yang notabene sudah menjadikan rokok sebagai sebuah kebutuhan. Pada tempat umum dan tempat kerja, pihak pemerintah pun menganjurkan kepada pihak yang bertugas sebagai pengelola untuk menyediakan ruangan khusus untuk merokok. Kriteria untuk ruangan atau area merokok pun harus memperhatikan letaknya Bila pada gedung kantor maka ruangan tersebut harus berada terpisah dari tempat kerja yang utama. Sedangkan pada tempat umum, kawasan merokok disediakan jauh dari lalu lalang orang – orang.

Di samping larangan, dalam Perda tersebut juga tertulis tempat – tempat yang diperbolehkan untuk merokok dan menjual produk olahan tembakau tersebut. Tempat itu diantaranya adalah  objek wisata dan hiburan, pasar, hotel, resotoran, dan sebagainya.

Berdasarakan kajian yang dari pansus Yogyakarta ada alasan mengapa lokasi – lokasi seperti yang disebutkan diatas tetap boleh untuk merokok dan memperdagangkan rokok. Alasannya adalah masih banyak warga yang ketergantungan terhadap rokok serta banyak juga rakyat kecil yang mengandalkan penjualannya sebagai sumber penghasilan.

Kira – kira begitulah informasi yang dapat saya bagikan untuk hari ini. Walau mungkin terkesan kurang up to date namun bagi saya pribadi karena DIY termasuk sebagai salah satu kota wisata jadi pasti ada saja pengunjung baru yang belum mengetahui peraturan ini sehingga tanpa sengaja melanggarnya.  Jadi itulah mengapa saya tertarik untuk menuliskannya disini.

 

No Comments

Leave a Comment